Bisnis

Bisnis Internasional

Sejarah Perkembangan Bisnis
Bisnis saat ini merupakan suatu kegiatan yang dianggap sebagai suatu kegiatan yang sangat mudah untuk menghasilkan keuntungan tanpa batas, banyak orang yang tertarik untuk melakukan kegiatan bisnis. Berdasarkan dari pengertiannya secara bahasa Bisnis dari bahasa inggris “Business”, mengembangkan kata dasar Busy yang berarti sibuk dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Kegiatan bisnis bukan hanya dilakukan di satu negara tertentu melainkan kegiatan yang dilakukan dengan lebih dari satu negara yang sering disebut juga “Bisnis Internasional”.

Siapakah yang melakukan kegiatan bisnis pertamakali? berdasarkan terminologi, bisnis merupakan kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok.oleh karenanya kegiatan bisnis sebenarnya sudah muncul sejak jaman dahulu, hanya saja sangat tertutup, dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, seperti lingkungan keluarga, kelompok masyarakat maupun kelompok tertentu. Masyarakat jaman dahulu hidup secara agraris. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka masih mengandalkan sektor agraris dengan peralatan sederhana dan tradisional. Pada saat itu mereka belum memikirkan usaha yang bersifat komersial, misalnya peningkatan produksi menggunakan alat modern dalam mengelola dan mengolah lahan, kredit, modal dan sebagainya. (Alma, 2016, p. 22) Jadi bisnis sudah dilakukan sejak jaman nenek moyang terbukti dengan adanya kegiatan barter.
Barter merupakan salah satu bentuk awal dari bisnis. Sistem ini memfasilitasi pertukaran barang dan jasa saat manusia belum menemukan uang. Pada masa dulu kegiatan bisnis ini dilakukan pada tingkat keluarga secara tertutup. Keluarga-keluarga pada saat itu menanam tanaman guna memenuhi kebutuhan bahan makanan, membuat pakaian sendiri, membuat rumah sendiri dengan bantuan tetangga dan sebagainya. Usaha mereka terbatas hanya pada bidang yang sangat kecil. Pada saat itu belum terpikirkan oleh mereka untuk membuat usaha yang bersifat komersial. Dengan meminjam modal untuk produksi dengan skala besar.

Sedangkan kegiatan bisnis internasional dimana kegiatan ini melibatkan lebih dari satu negara menyebutkan bahwa pasar dan pusat bisnis global yang dilakukan pertama kali oleh penjelajah seperti Christopher Colombus, Vasco da Gama dan Amerigo Vespucci. Para raja dan pedagang Eropa sangat ingin menjelajahi Jalur Barat Laut, sebuah jalur yang didesas desuskan akan memberi mereka akses menuju kekayaan Asia dengan melewati lautan Artika, meskipun dengan usaha terbaik mereka, petualang seperti Jhon Cabot, Juan De Fuca, Martin Frobisher, Vitus Bering, James Cook dan Jacques Cartier tidak menemukan Jalur seperti itu, Tudung ES Artik menggagalkan seluruh usaha tersebut. Ketakutan yang dirasakan oleh ilmuwan dan warga yang peduli lingkungan, tudung es Artika menyusut dengan cepat sebagai akibat dari perubahan iklim global Namun, tudung Es yang menghilang tersebut telah memunculkan prospek bahwa Jalur Barat Laut itu sekarang menjadi Fisibel.Dengan tingkat pencairan sekarang, sejumlah ilmuwan percaya bahwa Lautan Artika akan nyaris bebas es di musim panas 2020. Dua Rute Artik tersebut dapat terbukti fisibel secara komersial.pertama Jalur Barat Laut yang terkenal, menembus melalui banyak pulau Artika Kanada, dan Kemudian keluar di sebelah selatan Greendland untuk menuju Eropa atau pantai Timur Amerika. Kedua Rute Laut Utara, yang mengikuti garis pantai Siberia Timur dan memasuki Lautan Artika melalui selat Bering. Rute Laut Utara kemudian melintasi perairan utara Siberia hingga mencapai pelabuhan bebas es Murmansk yang terkenal, yang dapat diakses dengan mudah dari Lautan Atlantik dan Pelabuhan-Pelabuhan yang sibuk di Eropa.  Para peneliti Cina meyakini perutean kutub tersebut dapat berkembang menjadi koridor bisnis dunia yang paling penting. Bagi banyak perutean kargo, jarak antara pelabuhan Eropa barat dan Pelabuhan Asia Timur dapat dipangkas hingga sepertiganya dengan menggunakan Jalur Barat Laut atau Rute Laut Utara. Negara perdagangan Asia seperti Cina, Jepang, dan Korea Selatan mencurahkan Uang (W.Pustay, 2015).

Kemudian muncul revolusi industry yang membawa perubahan secara drastis dan sangat penting terjadi pada abad ke delapan belas yang menyebabkan terjadinya perubahan pada berbagai hal. Revolusi industry yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh Jamess Watt pada tahun 1769, menghasilkan industry manufaktur yang menggeser sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi. Kekuatan ekonomi berada pada pemilik produksi. Mesin uap sebagai peralatan baru digunakan untuk mengganti peralatan tradisional. Pertanian yang semula menggunakan bajak yang ditarik sapi atau kerbau kemudian diganti dengan traktor ataupun buldoser yang memiliki tenaga luar biasa. Revolusi industry kedua ditandai dengan pembentukan konsep korporasi dan scientific management di akhir 1800an menjadikan koorporasi dan pekerja manual atau manual worker sebagai andalan ekonomi utama. Kekuatan ekonomi berada di pemilik modal (Sudaryono, 2015).

Perubahan mendasar akibat revolusi industry juga terjadi pada sektor produksi, dimana buruh dan tenaga kerja mulai menerima upah sebagai imbalan atas tenaganya yang merupakan pendapatan bagi keluarga. Binis sendiri sudah dilakukan sejak jaman nenek moyang dimana pada saat dahulu kala berlaku barter pertukaran barang yang dilakukan oleh nenek moyang kita berdasarkan dari analisa ini dapat dikatakan bahwa ketika Darwin mengatakan mengenai teori evolusi manusia berarti manusia pertama kali yang ada di muka bumi ini adalah manusia kera yang selanjutnya berevolusi menjadi manusia sempurna.

Dan saat ini Bisnis merupakan seperti wanita cantik yang menjelma menjadi suatu hal yang banyak dicari oleh orang kebanyakan oleh karenanya memerlukan pengolahan Bisnis dengan professional.

Pihak-Pihak Yang Terlibat Dalam Pengelolaan Bisnis

Berdasarkan tingkat kepentingan dan keterlibatan dalam aktivitas bisnis, SDM yang terlibat dalam bisnis dikategorikan menjadi:
1. Pemilik modal
Pihak – pihak yang menyediakan dana sehingga kegiatan operasional dan aktivitas organisasi dapat berjalan dengan lancar.
2. Manajer
Orang – orang yang memiliki tanggung jawab untuk menjalankan dan mengelola organisasi bisnis sehingga akan mencapai tujuan yang direncanakan oleh pemilik modal.
3. Tenaga kerja
Merupakan pengelola proses produksi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen akan produk yang berkualitas.
4. Konsumen
Konsumen merupakan pengguna produk yang dihasilkan oleh organisasi bisnis. Konsumen merupakan kelompok potensial yang akan menggunakan produk atau pun jasa yang ditawarkan oleh organisasi bisnis.

Maksud dan Tujuan Bisnis

Bisnis tidak hanya bermaksud untuk memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen. Ada beberapa tujuan yang biasanya ingin dicapai suatu organisasi bisnis, yaitu:

1.Pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen
Contohnya produk sepeda motor untuk sarana transportasi yang mudah dan fleksibel
2.Keuntungan usaha
Semua organisasi bisnis menginginkan keuntungan secara finansial atas usah yang mereka lakukan.
3.Pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan
Contoh organisasi bisnis dengna tujuan ini adalah PT Perhutani yang melakukan Reboisasi dan penghijauan untuk kelestarian usaha dimasa datang
4.Mengatasi berbagai risiko
Contoh usaha ini adalah biro jasa keamanan, lembaga asuransi
5.Tanggung jawab sosial
Banyak usaha yang mulai peduli terhadap lingkungan sosial selain mengejar keuntungan. Contohnya produk mobil ramah lingkungan, produk plastik daur ulang.

Tingkatan Partisipasi Bisnis

Ada beberapa tingkatan partisipasi bisnis dalam lingkungan ekonomi global, yaitu:
1. Domestik
Organisasi bisnis terbatas pada lingkungan lokal dan belum memasarkan ke luar negeri sehingga masih terbatas dalam satu negara.

2. Internasional
Seiring perkembangan usaha dan mulai jenuhnya pasar domestik sebagai akibat ketatnya persaingan, organisasi bisnis dapat memperluas pangsa pasar ke negara lain yaitu memasuki pasar internasional.

3. Multinasional
Perusahaan internasional yang membangun pabrik diluar negri akan memasuki fase perusahaan multinasional jika dia memiliki sejumlah pabrik di berbaga negara yang berbeda. Tujuannya untuk memaksimalkan perpaduan biaya produksi yang murah dengan biaya distribusi yang murah.

4. Global
Seiring dengan banyaknya perusahaan global, maka beberapa perusahaan mulai memilih suatu lokasi pabrik diberbagai negara dan melakukan sinergi antar pabrik untuk memproduksi produk secara efektif, efisien dan fleksibel.

Lingkungan Bisnis

Yang dimaksud dengan lingkungan Bisnis adalah keseluruhan hal-hal atau keadaan di luar badan usaha atau industri yang memengaruhi kegiatan organisasi. Lingkungan bisnis meliputi lingkungan ekonomi, teknologi, sosial dan persaingan.

Lingkungan Ekonomi
Lingkungan ekonomi merujuk pada kondisi sistem ekonomi tempat perusahaan tertentu beroperasi. Kondisi ekonomi merefleksikan kondisi bisnis nyata. Apabila terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi maka konsumsi dan permintaan cenderung meningkat, sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang menurun mengakibatkan konsumsi dan permintaan menurun. Besaran sensitifitas atas pertumbuhan ekonomi tiap-tiap industri berbeda. Perusahaan sebagai bagian dari lingkungan ekonomi perlu mencermati situasi dan kondisi ekonomi. Manajemen perlu bersikap antisipatif terhadap peluang dan ancaman lingkungan makro khususnya lingkungan ekonomi. Ada beberapa faktor ekonomi yang perlu diperhatikan perusahaan karena akan berpengaruh terhadap jalannya bisnis. Faktor ekonomi tersebut adalah:

a) Produk Domestik Bruto dan Produk Nasional Bruto
Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) adalah total produk yang dihasilkan semua pihak yang berada dalam wilayah nasional suatu negara, baik sebagai warga negara maupun bukan. Dalam perhitungan PDB akan dimasukkan semua output, baik yang dihasilkan oleh warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang berdiam di Indonesia. Warga negara Indonesia yang berada di luar negeri tidak termasuk dalam hitungan PDB.
Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP) adalah total produk yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara, baik yang berdomisili di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam perhitungan PNB akan dimasukkan semua output yang dihasilkan oleh seluruh warga negara Indonesia, baik yang tinggal di Indonesia maupun luar negeri. Output warga negara asing tidak termasuk dalam perhitungan PNB.
Pertumbuhan PNB (dan atau PDB) sering dikenal dengan istilah pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh kuat terhadap dunia bisnis. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan pendapatan masyarakat yang selanjutnya akan mendorong daya beli. 

Dengan demikian pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan meningkatkan peluang bisnis, meningkatkan penjualan dan laba perusahaan. Sebaliknya jika PNB rendah maka akan berdampak negatif terhadap dunia bisnis.

b) Tingkat pengangguran
Pengangguran adalah tingkat tidak adanya pekerjaan bagi orang yang secara aktif mencari pekerjaan dalam suatu sistem ekonomi. Bila tingkat pengangguran rendah, berarti kurang tersedianya tenaga kerja untuk direkrut oleh bisnis. Ketika bisnis bersaing satu sama lain untuk mendapatkan tawaran tenaga kerja yang tersedia, bisnis menaikkan upah yang ingin mereka bayar. Jika upah terlalu tinggi, bisnis akan menanggapi dengan mempekerjakan lebih sedikit pekerja, akibatnya pengangguran meningkat.

c) Inflasi
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu). Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi berdampak terhadap menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat. Penyebab Inflasi dapat dibedakan menjadi:
1. Cost-push inflation (market power inflation): Tingginya harga disebabkan oleh tingginya biaya.
2. Demand-pull inflation: Tingginya harga disebabkan oleh kuatnya permintaan pelanggan atas produk
Selain itu inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi
berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.
d) Suku bunga
Permintaan atas barang dan jasa juga dipengaruhi oleh faktor suku bunga. Peningkatan suku bunga cenderung merubah pola konsumsi. Konsumsi cenderung menurun dan menabung cenderung meningkat. Dari sisi perusahaan, peningkatan suku bunga mendorong biaya meningkat dan pada akhirnya harga jual juga meningkat.

Lingkungan Teknologi
Pengertian teknologi merujuk pada semua cara yang digunakan perusahaan untuk menciptakan nilai bagi konstituen mereka, termasuk pengetahuan manusia, metode kerja, peralatan fisik, elektronik dan komunikasi. Terdapat dua kategori umum dari teknologi yang berhubungan dengan bisnis:

a) Teknologi produk dan jasa
Teknologi ini digunakan dalam proses penciptaan barang atau jasa. Teknologi tidak hanya digunakan dalam manufacturing saja, tetapi juga pada penyedia jasa. Teknologi baru, termasuk internet, menimbulkan revolusi pada hampir setiap aspek bisnis. Mulai dari cara pelanggan dan perusahaan berinteraksi hingga dimana, kapan dan bagaimana karyawan melakukan pekerjaan mereka. Teknologi merupakan basis persaingan untuk beberapa perusahaan, khususnya mereka yang tujuannya menjadi pemimpin teknologi pada industri mereka.

b) Teknologi proses bisnis
Teknologi proses bisnis digunakan untuk memperbaiki kinerja perusahaan pada operasi internal (seperti akuntansi) dan membantu menciptakan hubungan yang lebih baik dengan konstituen eksternal, seperti pemasok dan pelanggan.
Lingkungan Hukum-Politik

Lingkungan ini mencerminkan hubungan antara bisnis dan pemerintah, biasanya dalam bentuk regulasi pemerintah. Sistem hukum ikut menentukan apa yang dapat dilakukan dan tidak dapat dilakukan oleh organisasi. Selain itu berbagai perwakilan pemerintah mengatur bidang-bidang penting seperti praktek periklanan, pertimbangan keamanan dan kesehatan serta standar perilaku yang dapat diterima.

Sentimen pro atau anti bisnis dalam pemerintah dapat memengaruhi lebih lanjut kegiatan bisnis. Selama periode sentimen pro bisnis, perusahaan lebih mudah bersaing dan tidak terlalu memperhatiakan isu anti trust. Sebaliknya selama periode sentimen anti bisnis, perusahaan mengalami kegiatan persaingan lebih dibatasi. Faktor lain yang dijadikan pertimbangan perusahaan internasional adalah stabilitas politik. Tidak ada bisnis yang ingin membuka perusahaan di negara lain kalau hubungan dagang dengan negara tersebut tidak stabil.

Lingkungan Sosio-Budaya
Lingkungan sosial mencakup kebiasaan, adat istiadat, nilai, dan karakteristik demografik dari masyarakat dimana sebuah organisasi beroperasi. Proses sosio-budaya menentukan barang dan jasa serta standar perilaku bisnis yang dihargai dan diterima masyarakat.

Pilihan dan selera pelanggan bervariasi sepanjang dan dalam batas-batas nasional. Pilihan dan selera pelanggan sangat bervariasi dalam Negara yang sam dan dapat berubah-ubah sepanjang waktu (cara memilih gaya, warna dan selera berubah-ubah sepanjang musim). Faktor sosio-budaya juga mempengaruhi bagaimana perasaan pekerja tentang pekerjaan dan organisasi mereka. Dalam beberapa budaya pekerjaan membawa makna sosial yang penting, ditempat lain pekerjaan hanyalah sarana untuk satu tujuan dan orang hanya memperhatikan soal upah dan keamanan kerja

Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Secara konsep ada hubungan kuat antara budaya dan etika bisnis. masyarakat yang berbudaya tinggi dianggap lebih mengerti dan memahami tentang etika, namun masyarakat dengan budaya cendrung pemahaman etika menjadi kurang. kepemilikian budaya bersumber dari keinginan untuk menjujung tinggi apa yang telah diwariskan oleh para leluhur mereka tentang aturan-aturan dan hal-hal yang harus dilaksanakan sebagai sebuah warisan kebanggaan secara turun temurun. Seringkali kita mendengar berbagai media mengupas permasalahan tanggungjawab sosial perusahaan serta etika bisnis. Kasus-kasus yang sering timbul biasanya terkait dengan pelanggaran atau minimnya kepedulian perusahaan terhadap persoalan tanggungjawab dan etika bisnis.
Sebuah perusahaan bergerak.
karena bereaksinya sumber daya manusia bersama-sama sumberdaya yang lain. Agar aksi manajemen perusahaan berjalan selamat perlu memperhatikan etika bisnis dan tanggung jawab sosial. Etika dan tanggung jawab sosial merupakan petunjuk perusahaan agar dalam bekerja tidak bertabrakan dengan pemegang kepentingan perusahaan, seperti pelanggan, pemerintah, pemilik, kreditur, pekerja dan komunitas atau masyarakat. Hubungan yang harmonis dengan pemegang kepentingan akan menghasilkan energi positif buat kemajuan perusahaan. Tanggungjawab sosial adalah suatu keyakinan bahwa keputusan-keputusan bisnis harus dibuat dan dilaksanakan dalam batasan pertimbangan-pertimbangan sosial dan ekonomi.

Etika Bisnis Dan Etika Manajerial

Etika (ethics) merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah atau tindakan yang baik dan yang buruk yang mempengaruhi hal lainnya. Dengan kata lain, perilaku etis (ethical behavior) merupakan perilaku yang sesuai dengan norma-norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan yang bermanfaat dan membahayakan. Sedangkan perilaku tidak etis adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial. Sehingga etika bisnis (business ethics) dapat diartikan sebagai perilaku etis atau tidak etis yang dilakukan oleh manajer suatu organisasi.
Etika manajerial merupakan standar perilaku yang memandu para manajer dalam pekerjaan mereka. Ada 3 kategori luas dari cara etika manajerial dapat mempengaruhi pekerjaan orang, yaitu:
a) Perilaku terhadap karyawan
Kategori ini meliputi materi seperti perekrutan dan pemecatan, kondisi upah dan kerja, serta privasi dan kepedulian.
b) Perilaku terhadap organisasi
Isu-isu etis juga timbul dari perilaku karyawan terhadap majikan, khususnya dalam bidang-bidang seperti konflik kepentingan, kerahasiaan, dan kejujuran. Konflik kepentingan terjadi bila suatu aktifitas bisa menguntungkan individu dan merugikan majikan.
c) Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya
Etika memengaruhi hubungan antara perusahaan dan karyawannya dengan apa yang disebut agen kepentingan primer, terutama pelanggan, pemasok, penyalur dan serikat buruh.
Pendekatan Terhadap Tanggungjawab Sosial

Ada banyak pendekatan yang dapat diambil oleh perusahaan dalam merespon tuntutan masyarakat akan pelaksanaan tanggungjawab sosial perusahaan. Berikut ini merupakan beberapa pendekatan yang dapat menggambarkan sampai sejauh mana organisasi bersedia melaksanakan tanggungjawab sosial dan tingkat keterlibatan organisasi tersebut dalam pelaksanaan tanggungjawab sosial.
a) Pendekatan Obstruktif
Perusahaan yang menggunakan pendekatan obstruktif bermakna bahwa perusahaan melakukan usaha seminimal mungkin dalam memecahkan masalah sosial dan lingkungan. Tindakan lain yang mungkin dilakukan perusahaan adalah melakukan usaha menolak atau menutupi pelanggaran yang dilakukan.
b) Pendekatan Defensif.
Bentuk tanggung jawab sosial dengan pendekatan ini ditandai dengan perusahaan yang hanya memenuhi persyaratan hukum secara minimum atas komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya. Akan tetapi perusahaan tidak akan lebih dari itu. Apabila melakukan pelanggaran maka perusahaan juga akan berusaha menutupi kesalahan, mengakuinya dan mengambil tindakan perbaikan yang sesuai.
c) Pendekatan Akomodatif
Perusahaan yang menerapkan tanggung jawab sosial dengan pendekatan akomodatif akan melakukan tanggung jawab sosial melebihi persyaratan hukum minimum dalam rangka memenuhi komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya.
d) Pendekatan Proaktif
Pendekatan ini adalah tingkatan tertinggi yang dapat diperlihatkan oleh perusahaan dalam tanggung jawab sosial. Dalam pendekatan ini perusahaan secara aktif akan mencari peluang untuk melakukan tanggung jawab sosial dan memberikan sumbangan demi kesejahteraan kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya.

Bidang-Bidang Tanggungjawab Sosial

Dengan segala keterbatasan, perusahaan tidak dapat melaksanakan tanggungjawab sosial di segala bidang. Oleh karena itu, ada berbagai pilihan yang dapat dilakukan perusahaan untuk menunjukkan komitmen sosial mereka.

1. Investasi dalam lingkungan masyarakat

Bentuk investasi dalam lingkungan masyarakat antara lain:

a) Keterlibatan perusahaan dengan lingkungan masyarakat.
Cara yang dilakukan adalah perusahaan memanfaatkan produk-produk atau keahlian mereka untuk mengatasi permasalahan sosial di masyarakat (misalnya dalam persoalan kesehatan atau kelangsungan hidup). Contoh konkret yang terjadi dalam masyarakat misalnya keterlibatan produsen obat nyamuk dalam usaha pemerintah untuk pemberantasan penyakit demam berdarah.
b) Investasi dalam usaha kecil
Perlunya menyadari bahwa perekonomian yang sehat akan tercipta apabila usaha kecil dan besar saling mendukung dalam perekonomian. Dari kesadaran itulah banyak perusahaan besar yang membantu baik dalam sumber daya keuangan, manusia, maupun teknologi untuk membantu sektor usaha kecil dan menengah. Contoh: pemberian kredit lunak bagi Usaha Kredit Menengah dan Usaha Kredit Mikro oleh Bank-bank nasional.

2. Pendidikan dan Pelatihan

Perusahaan menanamkan sumberdaya mereka kedalam pendidikan dan pelatihan karena masa depan perusahaan, masyarakat dan negara terkait secara langsung dengan kualitas pendidkan dan pelatihan kerja. Contoh: pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiwa kurang mampu.

3. Kebijakan dan Program Ketenagakerjaan

Dalam bidang ketenagakerjaan, perusahaan berusaha menjawab berbagai tantangan yang beragam, mulai dari masalah kesempatan kerja yang adil untuk warga sekitar sampai masalah program untuk keluarga karyawan. Contoh: Perusahaan menyediakan jasa penitipan anak bagi karyawan yang memiliki anak usia balita.

4. Tanggungjawab terhadap lingkungan

Pemeliharaan dan pembaharuan lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam daftar kepedulian sosial perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada lingkungan sekitar. Contoh: Berbagai perusahaan yang menghasilkan produk samping berupa limbah, telah memiliki instalasi pengolahan limbah secara modern dan memenuhi standar internasional.

5. Perlindungan konsumen

Konsumerisme didefinisikan sebagai segala kegiatan yang dilakukan untuk melindungi hak-hak konsumen. Konsumen memegang peranan penting dalam kesuksesan perusahaan, sehingga upaya perlindungan hak-hak konsumen dirasa sangat penting. Hak-hak konsumen meliputi: hak untuk mendapatkan produk yang aman, hak atas informasi, hak untuk memilih dan hak untuk didengarkan.

Pertimbangan Tanggungjawab Sosial
Dalam melaksanakan program tanggung jawab sosial ada beberapa pihak yang keberadaannya harus dipertimbangkan oleh perusahaan yaitu:
a) Pelanggan (Customers)
b) Pekerja (Employees)
c) Pemegang saham (Stockholders)
d) Kreditur (Creditors)
e) Masyarakat (Communities)
Tanggungjawab Sosial Kepada Pelanggan (Sosial Responsibility To Customer)

1. Bagaimana memastikan tanggungjawab bisnis :

•Tetapkan kode etika.
• Monitor keluhan pelanggan.
•Memperoleh umpan balik pelanggan

2. Bagaimana memastikan tanggungjawab pemerintah :

•Peraturan Keamanan Produk.
• Peraturan Periklanan.
•Peraturan Persaingan Industri.

3. Tanggungjawab Sosial Kepada Pekerja (Sosial Responsibility To Employees)

•Keamanan Pekerja (Employee Safety) Memastikan Tempat kerja yang aman bagi pekerja
•Perlakuan pekerja Memastikan tidak ada diskriminasi

4. Kesamaan kesempatan (Equal Opportunity) Kesamaan Kesempatan/Hak sipil Bagaimana memastikan tanggung jawab Bisnis :

•Keluhan Prosedur
•Kode etik
•UU Ketenaga kerjaan

5. Tanggungjawab Sosial Kepada Kreditor (Sosial Responsibility To Creditors)

•Kewajiban Keuangan

•Informasikan kreditur jika mempunyai permasalahan keuangan

6. Tanggungjawab Sosial Kepada Lingkungan (Sosial Responsibility To The Environment)  Pencegahan polusi udara:
•Peninjauan kembali proses produksi
•Petunjuk penyelenggaraan pemerintah

Pencegahan polusi daratan:
•Peninjauan kembali proses produksi dan pengemasan
•Menyimpan dan mengirim barang sisa beracun ke lokasi pembuangan

7. Tanggungjawab Sosial Kepada Masyarakat (Sosial Responsibility To Community)
•Menjadi sponsor peristiwa atau event masyarakat lokal
•Memberikan sumbangkan kepada masyarakat tidak mampu.


Sumber

Alma, Buchari.2003. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta
—.2004. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa . Bandung: Alfabeta
—.2011 Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta
Amstrong, Kotler ,2011.Prinsip Prinsip Pemasaran. Jakarta: Alfabeta.
Belch, Goerge E and Michael,2004. Advertising and Promotion : And Integrated Marketing Communication Perspective. Mc Graw-Hill/Irwin.
Christin, Maylanny.2010. Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Menjadi Mahasiswa. Tesis, Bandung: Universitas Padjadjaran.
Cresswell, Jhon C. Research Design,2010. Yogyakarta : Pustaka Pelajar .
Dian Yudhiartika, Jony Oktavian Haryanto.2012 "Pengaruh Personal Selling, Display Promosi Penjualan Terhadap Kesadaran Merek dan Intensi Membeli pada Prduk Kecantikan PONDS." Buletin Studi Ekonomi.
Gozhali, Imam. 2011.Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19. Semarang : UNDIP.
Haryanto, Resty Avita. 2013."Strategi Promosi Kualitas Produk, Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Restoran MCDONALD Manado ." Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akutansi.
Hernawati, Lelly. 2012. Hubungan Antara Promosi Dengan Pencitraan RRI Bandung. Tesis, Bandung: UNISBA.
Hurriyati, Ratih. 2010.Bauran Pemasaran & Loyalitas Konsumen. Bandung: IKAPI.
Kotler, Kevin Lane. 2009.Manajemen Pemasaran Jilid I&2 Edisi 13. Jakarta: Erlangga.
Kotler, Philip. 1995.Strategic Marketing For Non Profit Organizations Third Edition. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kurtz L, Kenneth, David,.1998. Service Marketing. New York: John Willey & Sons.
Lane, Philip Kotler & Kevin.2009. Manajemen Pemasaran Jilid 1 Edisi 12. Jakarta: Erlangga.
—.2009. Manajemen Pemasaran Jilid 2 . Jakarta : Erlangga .
—. 2009. Manajemen Pemasran Jilid 1 Edisi 13 . Jakarta: Erlangga .
Limakrisna, Nandan. 2008. "Pengaruh Promosi dan Kerelasian Nasabah Terhadap Loyalitas Nasabah ." Jurnal Ekonomi Bisnis.
Lupiyoadi, Rambat.,2011.Manajemen Pemasaran Jasa . Jakarta: SALEMBA EMPAT.
Riduan. 2008.Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Bandung: Alfabeta , 2008.
—. 2005. Skala Pengukuran Variabel Variabel Penelitian . Bandung : Alfabeta.
Rombe, Elimawati.2009. LOYALITAS PELANGGAN DAN VARIABEL YANG MEMPENGARUHINYA. BANDUNG: UNPAD.
Segoro, Waseso. 2011."Pengaruh Persepsi Kualitas Pelayanan Faktor Penambat dan Kualitas Hubungan Relasional Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan ." Jurnal Telekomunikasi dan Komputer.
Sopiah, Etta Mamang Sangadji 2013. Perilaku Konsumen. Yogyakarta : ANDI.
Sriwendiah, Sandra.2012 Pengaruh Bauran Promosi Terhadap Keputusan Migrasi Rumah Tangga Konsumen 450 VA ke Listrik Prabayar .Tesis.Bandung : Universitas Padjadjaran,
Sugiyono.2011. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Sumantri, Suryana. 2012.Perilaku Konsumen, Mengapa Orang Mau Membeli . Jakarta: Quantum Quality.
Sutisna. 2011.Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA.
Tjiptono, Fandy.2002. Strategi Pemasaran . Yogyakarta: ANDI.
Zethmal A, Valerie and Marry Jo Bitner.2000 Service Marketing . New Jersey: Mc Graw Hill.

Rujukan Elektronik
http://www.panselnas.menpan.go.id ( 3092014).
Dokumen
Dokumntasi Absensi Program ESP 2014
Dokumentasi Laporan Keuangan ESP 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGUMUMAN PELAKSANAAN PERKULIAHAN SEMESTER PENDEK TAHUN AJARAN 2025/2026

PENERIMAAN MAHASISWA BARU STIA CIMAHI 2026/2027 TELAH DIBUKA!

Komunikasi “Who says What in Which Channel to Whom with What Effect?”

RPS Administrasi Niaga Kurikulum Berbasis OBE STIA Cimahi

Definisi dan Sejarah Perbankan

Esensi Ujian Akhir Semester (UAS) adalah alat evaluasi menyeluruh atas proses belajar,

Ketua Program Studi Administrasi Niaga STIA Cimahi Hadiri Kajian Bertema “Bukan Mewah yang Dicari, tetapi Ayah yang Selalu Kembali”

Selamat Hari Keanekaragaman Hayati 22 Mei 2026

STIA CIMAHI MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA TARWIYAH 8 DJULHIJAH 1447 H / 25 MEI 2025