Definisi dan Sejarah Perbankan
Evolusi perbankan dunia dan nasional dapat dilihat melalui garis waktu berikut:
1. Era Perbankan Kuno dan Abad Pertengahan
- Asal Usul Kata: Kata "bank" berasal dari bahasa Italia, yakni banque atau banca, yang berarti bangku atau meja. Pada awalnya, ini merujuk pada meja tempat para pedagang dan penukar uang melayani nasabahnya.
- Mesir & Babylonia: Praktik simpan pinjam bermula dari tempat ibadah yang digunakan sebagai lokasi penyimpanan aman untuk emas dan biji-bijian.
2. Perkembangan Bank Sentral (Abad ke-17 - ke-20)
- Pada abad ke-17, konsep bank mulai meluas menjadi bank nasional untuk mengatur pencetakan dan peredaran mata uang negara. Dua pelopor utamanya adalah Sveriges Riksbank (Swedia) pada 1668 dan Bank of England pada 1694.
3. Sejarah Perbankan di Indonesia
- Masa Kolonial: Pada tahun 1828, pemerintah Belanda mendirikan De Javasche Bank (DJB) di Batavia sebagai bank sirkulasi untuk mencetak dan mengedarkan mata uang Gulden. Selain itu, berdiri bank-bank lain untuk mendukung komoditas dagang seperti Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM).
- Era Kemerdekaan: Pasca proklamasi, DJB dinasionalisasi pada 1951 dan secara resmi diubah menjadi Bank Indonesia melalui Undang-Undang No. 11 Tahun 1953. Fungsi pengawasan perbankan kemudian diserahkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2011.
- Untuk memahami landasan hukum operasional saat ini, Anda dapat merujuk pada Undang-Undang Perbankan yang diterbitkan oleh OJK.
4. Perkembangan Perbankan Syariah
- Sistem perbankan bebas bunga mulai diinisiasi dalam skala modern di Mesir pada tahun 1963 melalui pendirian Mit Ghamr Local Saving Bank.
- Di Indonesia, diskusi perbankan syariah dimulai sejak tahun 1980 dan diresmikan melalui peluncuran Bank Muamalat Indonesia pada 1991.
5. Era Perbankan Digital (Abad ke-21)


Komentar