Memperingati Kebangkitan Pasar Modal Indonesia 3 Juni 1977- 3 Juni 2026

 



Memperingati Kebangkitan Pasar Modal Indonesia 3 Juni 1977 – 3 Juni 2026

        Sejarah kebangkitan pasar modal Indonesia ditandai oleh peresmian kembali Bursa Efek Jakarta (BEJ) oleh Presiden Soeharto pada 3 Juni 1977, yang kini diperingati sebagai Hari Pasar Modal Indonesia. Tonggak kebangkitan modern terjadi pada akhir 1980-an melalui deregulasi keuangan yang mengizinkan investor asing untuk bertransaksi dan memicu lonjakan emiten. 

Pasar modal di Indonesia telah melalui perjalanan panjang yang terbagi menjadi beberapa fase penting:

1. Era Kolonial Belanda (1880 - 1942)

Jauh sebelum kemerdekaan, perdagangan saham dan obligasi sudah tidak resmi terjadi sejak tahun 1880.

Pemerintah Hindia Belanda mendirikan bursa efek pertama di Batavia pada 14 Desember 1912 dengan nama Vereniging voor de Effectenhandel (Bursa Efek Batavia).

Pasar modal ini sempat ditutup selama Perang Dunia I dan II.  

2. Pasca Kemerdekaan & Era Orde Lama (1950 - 1958)

Bursa Efek diaktifkan kembali pada 3 Juni 1952 di bawah pemerintahan Presiden Soekarno dan dikenal sebagai Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE).

Aktivitas ini kembali meredup hingga tutup pada tahun 1958 akibat nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda dan politik konfrontasi. 

3. Kebangkitan Modern Orde Baru (1977)

Pemerintah mengaktifkan kembali pasar modal pada 3 Juni 1977 dan membentuk Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).

PT Semen Cibinong menjadi emiten (perusahaan go public) pertama yang mencatatkan sahamnya.

Selama satu dekade pertama, pasar ini dinilai lesu karena kurangnya minat perusahaan. 

4. Titik Balik Deregulasi dan Era Digital (1987 - Sekarang)

Paket Desember 1987: Kebijakan ini memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan penawaran umum (IPO) dan membuka keran bagi pemodal asing. Hal ini membuat pasar modal mengalami lonjakan drastis. 

Swastanisasi Bursa (1992): Pengelolaan BEJ diserahkan kepada pihak swasta (PT Bursa Efek Jakarta), dan disusul dengan beroperasinya Bursa Efek Surabaya (BES). 

Penggabungan Bursa (2007): BEJ dan BES digabung menjadi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX).

Era Digital: Bursa beralih ke sistem scripless (tanpa warkat) dan dipermudah oleh adopsi aplikasi online trading secara masif, yang membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat ritel.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGUMUMAN PELAKSANAAN PERKULIAHAN SEMESTER PENDEK TAHUN AJARAN 2025/2026

PENERIMAAN MAHASISWA BARU STIA CIMAHI 2026/2027 TELAH DIBUKA!

Komunikasi “Who says What in Which Channel to Whom with What Effect?”

RPS Administrasi Niaga Kurikulum Berbasis OBE STIA Cimahi

Definisi dan Sejarah Perbankan

Esensi Ujian Akhir Semester (UAS) adalah alat evaluasi menyeluruh atas proses belajar,

Ketua Program Studi Administrasi Niaga STIA Cimahi Hadiri Kajian Bertema “Bukan Mewah yang Dicari, tetapi Ayah yang Selalu Kembali”

Selamat Hari Keanekaragaman Hayati 22 Mei 2026

STIA CIMAHI MENGUCAPKAN SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA TARWIYAH 8 DJULHIJAH 1447 H / 25 MEI 2025